Artikel dalam kategori Mimbar Ustadz
WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB
Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berdeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempatan baik tersebut. Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan tak berbeda. Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia untuk berdoa agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan, kemenangan dan keselamatan. Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara lain.
Meraih Kesuksesan Dan Syurga
Seorang hamba yang mengucapkan dua kalimat syahadat dan bersaksi bahwa Isa adalah hamba dan utusan Allah serta kalimatNya yang diberikan kepada Maryam dan ruh dariNya, bersaksi Syurga itu benar dan Neraka itu benar pasti Allah masukkan ke Syurga sesuai dengan amalan yang diamalkannya.”(HR Al Bukhari dan Muslim)
APAKAH SYARI’AT ISLAM TIDAK MANUSIAWI ?!
Saat ini umat Islam banyak dihadapkan pada tudingan-tudingan orang Barat, bahwa Islam adalah teroris, pengacau, anti ketenteraman, dll. Lihat saja, dimana-mana bom meledak!? Pelakunya (setidaknya, begitu yang ditudingkan) adalah orang Islam? Setiap pelaku yang tertangkap, selalu menggunakan identitas ‘ala’ orang Islam, seperti berjenggot, berkopiah, atau dengan nama pelaku yang terkesan Islami (misal : Ali Imron, Imam Samudera, Nurdin M. Top, Dr. Azahari, dll.), atau orang yang berasal dari jazirah Arab (seperti : Abu Nidal, Usamah bin Laden, dll.). Hal tersebut seakan menguatkan justifikasi (tuduhan) mereka, bahwa Syari’at Islam tidak manusiawi!
KEUTAMAAN BERDZIKIR
Dari Uqbah bin Amir Radhiallahu’anhu, dia berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam keluar, sedang kami di serambi masjid (Madinah). Lalu beliau bersabda: “Siapakah di antara kamu yang senang berangkat pagi pada tiap hari ke Buthhan atau Al-Aqiq, lalu kembali dengan membawa dua unta yang besar punuknya, tanpa mengerjakan dosa atau memutus sanak?” Kami (yang hadir) berkata: “Ya kami senang, wahai Rasulullah!” Lalu beliau bersabda: “Apakah seseorang di antara kamu tidak berangkat pagi ke masjid, lalu memahami atau membaca dua ayat Al-Qur’an, hal itu lebih baik baginya daripada dua unta. Dan (bila memahami atau membaca) tiga (ayat) akan lebih baik daripada memperoleh tiga (unta). Dan (bila memahami atau mengajar) empat ayat akan lebih baik baginya daripada memperoleh empat (unta), dan demikian dari seluruh bilangan unta.”

