Khasanah Islam »

Inilah Alasan Rosulullah Melarang Ummatnya Minum Sambil Berdiri

Inilah Alasan Rosulullah Melarang Ummatnya Minum Sambil Berdiri

Selasa, 14 Februari 2012 – 7:23 am | Di Baca : 23 Kali

Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Jika kita minum sambil berdiri. Air yang kita minum otomatis masuk tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika menuju kandung kemih itu terjadi pengendapan di saluran speanjang perjalanan (ureter). Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter inilah awal mula munculnya bencana.

Baca keseluruhan artikel »
Fiqh & Alquran

Masjid Nurul Ilmi Condongcatur Depok Sleman

Khasanah Islam

Masjid Nurul Ilmi Condongcatur Depok Sleman

Lentera Hati

Masjid Nurul Ilmi Condongcatur Depok Sleman

Mimbar Masjid

Masjid Nurul Ilmi Condongcatur Depok Sleman

Risalah Nabi

Masjid Nurul Ilmi Condongcatur Depok Sleman

Info Islami, Lentera Hati »

Keislaman Indonesia Hanya Ritual Semata, Benarkah?

Jumat, 10 Februari 2012 – 10:58 am | Di Baca : 16 Kali
Keislaman Indonesia Hanya Ritual Semata, Benarkah?

Membaca tulisan menarik yang berjudul “Keislaman Indonesia” yang ditulis oleh Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta di Harian Kompas Sabtu 5 November 2011 lalu —yang mengutip peletakkan Indonesia dalam sebuah penelitian di urutan ke-140 dari 208 negara di dunia yang paling islami— saya jadi ingat dengan pengalaman saya berkunjung ke negeri ginseng Korea pertengahan Maret tanggal 12-19 Maret 2011 lalu. Bagaimana tidak? Apa yang ditulis Komaruddin Hidayat ini jadi mengingatkan saya akan perilaku orang Korea yang benar-benar lebih islami meskipun Korea bukan negara Islam, ketimbang negara kita yang mayoritas penduduknya Muslim. Sedih!

Ini saya kutip sebagian tulisan saya pada poin ke-3 dalam tulisan “Fakta-fakta Unik Tentang Negara Korea (1)” terdahulu yang menceritakan perilaku sosial dan kehidupan beragama orang Korea.

Berbeda dengan kebanyakan orang di negara kita yang rata-rata mengenal dan menganut agama sejak kecil karena agama adalah kebanyakan warisan didikan dari orang tua, tetapi di Korea justru tidak. Pendidikan agama di Korea itu nomor yang kesekian, atau tidak dalam skala prioritas kalau dibandingkan dengan mata pelajaran pendidikan umum. Terdengar aneh, kan?

Jadi jangan heran kalau orang Korea kebanyakan belum beragama atau baru menganut agama setelah mereka dewasa. Namun, satu hal yang patut saya apresiasi dari orang Korea adalah meski mereka kurang kuat dalam hal agama tapi jangan ditanya moralitas orang Korea rata-rata sangat baik dan sangat disiplin melebihi akhlaq orang yang beragama. Ini bisa saya amati dari perilaku mereka saat berkendara di jalan, tidak membuang sampah dan merokok di sembarang tempat, serta kepatuhan mereka pada norma dan hukum yang berlaku di negaranya tinggi. Ya, mungkin ini ciri-ciri umum negara yang sudah maju. Berbeda dengan negara kita yang masih berkembang sehingga masih butuh proses menuju ke arah ini.

Saya juga pernah sedih dan sempat menulis kegundahan hati saya dalam tulisan ini “Mengapa Sholat Itu Tak Penting?” Dan di artikel ini sempat menerima banyak komentar beragam datang mengomentari artikel saya. Salah satu diantaranya banyak yang bilang katanya Sholat itu tetap penting dan wajib dilakukan tak peduli meski kelakuan kita, maaf tetap bejat.

Kalau Anda seorang Muslim saya tanya pilih mana menjalankan Sholat tapi kelakuan tidak bermoral, ataukah tidak Sholat tapi kelakuan Anda baik? Mana yang akan Anda pilih? Jika Anda terjebak memilih jawaban pertama, Sholat tapi kelakuan tetap bejat, maka tak heran kalau hasil penelitian “How Islamic are Islamic Countries” dari Scheherazade S Rehman dan Hossein Askari hasilnya seperti itu. Apa bedanya Anda dengan orang-orang dari negara Islam anggota OKI lainnya yang dalam penelitian rata-rata muncul di urutan ke-139, betul? Ya, Islam hanya dijadikan sebagai simbol dan ritual belaka, karena samasekali tidak tercermin dalam perbuatan kita.

Hem, kalau saya terus terang jika ditanya seperti itu saya tak mau menjawabnya. Jelas saya tak milih dua-duanya.

Sebetulnya apa yang salah dengan pendidikan agama (Islam) di negara kita? Apa yang salah dengan negara kita yang waktu saya kecil guru saya sering cerita bilang ke saya bahwa Indonesia adalah negara timur yang sangat santun perilaku penduduknya, suka tolong menolong dan membantu sesama. Tapi kini? Saya tidak tahu. Silahkan baca sendiri tulisan menarik dari Komaruddin Hidayat di bawah ini untuk mencari jawabannya.

Keislaman Indonesia
Oleh Komaruddin Hidayat

Sebuah penelitian sosial bertema ”How Islamic are Islamic Countries” menilai Selandia Baru berada di urutan pertama negara yang paling islami di antara 208 negara, diikuti Luksemburg di urutan kedua. Sementara Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim menempati urutan ke-140.

Adalah Scheherazade S Rehman dan Hossein Askari dari The George Washington University yang melakukan penelitian ini. Hasilnya dipublikasikan dalam Global Economy Journal (Berkeley Electronic Press, 2010). Pertanyaan dasarnya adalah seberapa jauh ajaran Islam dipahami dan memengaruhi perilaku masyarakat Muslim dalam kehidupan bernegara dan sosial?

Ajaran dasar Islam yang dijadikan indikator dimaksud diambil dari Al Quran dan hadis, dikelompokkan menjadi lima aspek. Pertama, ajaran Islam mengenai hubungan seseorang dengan Tuhan dan hubungan sesama manusia. Kedua, sistem ekonomi dan prinsip keadilan dalam politik serta kehidupan sosial. Ketiga, sistem perundang-undangan dan pemerintahan. Keempat, hak asasi manusia dan hak politik. Kelima, ajaran Islam berkaitan dengan hubungan internasional dan masyarakat non-Muslim.

Setelah ditentukan indikatornya, lalu diproyeksikan untuk menimbang kualitas keberislaman 56 negara Muslim yang menjadi anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang rata-rata berada di urutan ke-139 dari sebanyak 208 negara yang disurvei.

Pengalaman UIN Jakarta

Kesimpulan penelitian di atas tak jauh berbeda dari pengalaman dan pengakuan beberapa ustaz dan kiai sepulang dari Jepang setelah kunjungan selama dua minggu di Negeri Sakura. Program ini sudah berlangsung enam tahun atas kerja sama Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, dengan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta.

Para ustaz dan kiai itu difasilitasi untuk melihat dari dekat kehidupan sosial di sana dan bertemu sejumlah tokoh. Setiba di Tanah Air, hampir semua mengakui bahwa kehidupan sosial di Jepang lebih mencerminkan nilai-nilai Islam ketimbang yang mereka jumpai, baik di Indonesia maupun di Timur Tengah. Masyarakat terbiasa antre, menjaga kebersihan, kejujuran, suka menolong, dan nilai-nilai Islam lain yang justru makin sulit ditemukan di Indonesia.

Pernyataan serupa pernah dikemukakan Muhammad Abduh, Ulama besar Mesir setelah berkunjung ke Eropa.”Saya lebih melihat Islam di Eropa, tetapi kalau orang Muslim banyak saya temukan di Dunia Arab,” Katanya.

Kalau saja yang dijadikan indikator penelitian untuk menimbang keberislaman masyarakat itu ditekankan pada aspek ritual-individual, saya yakin Indonesia akan menduduki peringkat pertama menggeser Selandia Baru. Jumlah yang pergi haji setiap tahun meningkat, selama Ramadhan masjid penuh dan pengajian semarak dimana-mana. Tidak kurang dari 20 stasiun televisi di Indonesia setiap hari pasti menyiarkan dakwah agama. Terlebih lagi selama Ramadhan, hotel pun diramaikan oleh tarawih bersama. Ditambah lagi yang namanya ormas dan parpol Islam yang terus bermunculan.

Namun, pertanyaan yang dimunculkan oleh Rehman dan Askari bukan semarak ritual, melainkan seberapa jauh ajaran Islam itu membentuk kesalehan sosial berdasarkan ajaran Al Quran dan hadis.

Contoh perilaku sosial di Indonesia yang sangat jauh dari ajaran Islam adalah maraknya korupsi, sistem ekonomi dengan bunga tinggi, kekayaan tak merata, persamaan hak bagi setiap warga untuk memperoleh pelayanan negara dan untuk berkembang, serta banyak aset sosial yang mubazir. Apa yang dikecam ajaran Islam itu ternyata lebih mudah ditemukan di masyarakat Muslim ketimbang negara-negara Barat. Kedua peneliti itu menyimpulkan : ….it is our belief that most self-declared and labeled Islamic countries are not conducting their affairs in accordance with Islamic teachings-at least when it comes to economic, financial, political, legal, social and governance policies.

Dari 56 negara OKI, yang memperoleh nilai tertinggi adalah Malaysia (urutan ke-38), Kuwait (48), Uni Emirat Arab (66), Maroko (119), Arab Saudi (131), Indonesia (140), Pakistan (147), Yaman (198), dan terburuk adalah Somalia (206). Negara Barat yang dinilai mendekati nilai-nilai Islam adalah Kanada di urutan ke -7,Inggris (8), Australia (9), dan Amerika Serikat (25).

Sekali lagi, penelitian ini tentu menyisakan banyak pertanyaan serius yang perlu juga dijawab melalui penelitian sebanding. Jika masyarakat atau negara Muslim korup dan represif, apakah kesalahan ini lebih disebabkan oleh perilaku masyarakatnya ataukah pada sistem pemerintahannya? Atau akibat sistem dan kultur pendidikan Islam yang salah? Namun, satu hal yang pasti, penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku sosial, ekonomi, dan politik negara-negara anggota OKI justru berjarak lebih jauh dari ajaran Islam dibandingkan negara-negara non-Muslim yang perilakunya lebih Islami.

Semarak Dakwah dan ritual

Hasil penelitian ini juga menyisakan pertanyaan besar dan mendasar: mengapa semarak dakwah dan ritual keagamaan di Indonesia tak mampu mengubah perilaku sosial dan birokrasi sebagaimana yang diajarkan Islam, yang justru dipraktikkan di negara-negara sekuler?

Tampaknya keberagamaan kita lebih senang di level dan semarak ritual untuk mengejar kesalehan individual, tetapi menyepelekan kesalehan sosial. Kalau seorang Muslim sudah melaksanakan lima rukun Islam-syahadat, shalat, puasa,zakat, haji-dia sudah merasa sempurna. Semakin sering berhaji, semakin sempurna dan hebatlah keislamannya. Padahal misi Rasulullah SAW itu datang untuk membangun peradaban yang memiliki tiga pilar utama : Keilmuan, Ketakwaan, dan Akhlak mulia atau integritas. Hal yang terakhir inilah,menurut penelitian Rehmen dan Askari, dunia Islam mengalami krisis.

Sekali lagi, kita boleh setuju atau menolak penelitian ini dengan cara melakukan penelitian tandingan. Jadi, jika ada pertanyaan : How Islamic are Islamic Polotical Parties? Menarik juga dilakukan penelitian dengan terlebih dahulu membuat indikator atau standar berdasarkan Al Quran dan hadis. Lalu diproyeksikan juga untuk menakar keberislaman perilaku partai-partai yang mengusung simbol dan semangat agama dalam perilaku sosialnya. (Harian Kompas, Sabtu 5 November 2011)

GD Star Rating
loading...
GD Star Rating
loading...

12 BARISAN DI AKHIRAT

Rabu, 1 Februari 2012 – 8:43 am | Di Baca : 25 Kali

Suatu ketika, Muaz bin Jabal ra mengadap Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, tolong huraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: “Pada sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris” Surah an-Naba’:18. Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: “Wahai Muaz, engkau telah bertanyakan kepada aku, perkara yang amat besar, bahawa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris menjadi 12 barisan, masing-masing dengan pembawaan mereka sendiri….” Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut:

PENYEBAB HATI MATI Ada 10

Senin, 30 Januari 2012 – 8:00 am | Di Baca : 55 Kali

Syaik Al Balkhi berkata,” Suatu saat Ibrahim Bin Adham berjalan di pasar Basrah, maka orang yang mengetahui kedatangannya berkumpul mengerumuninya. Di antara mereka ada yang bertanya tentang firman Allah swt,” Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkan doa kalian.” (terjemahan QS. Al Mukmin:40)
Orang yang bertanya itu selanjutnya berkata,” Paadahal kami sudah sering berdoa, tetapi Allah tetap tidak mengabulkan doa kami.”
Ibrahim bin Adham berkata,”Wahai penduduk Basrah, sesungguhnya hati kalian telah mati oleh sepuluh sebab, maka bagaimana mungkin Allah mengabulkan doa kalian.

MANUSIA PASTI MATI

Selasa, 17 Januari 2012 – 7:41 am | Di Baca : 56 Kali

Baginda Rasullullah S.A.W berkata: “Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu.”

DUA NIKMAT YANG TIDAK TERASA

Selasa, 17 Januari 2012 – 7:23 am | Di Baca : 52 Kali

Sihat dan kelapangan waktu adalah nikmat yang besar. Bila tidak sihat iaitu sakit, barulah manusia akan terasa betapa besarnya nilai sihat. Apabila manusia tidak sedar nikmat sihat, maka banyak orang tidak mengingat Allah,tidak takut pada Allah bila mereka sihat. Dan sebaliknya mereka melakukan maksiat kerana mereka sihat. Inilah yang dikatakan orang yang telah kufur nikmat iaitu orang yang telah mempergunakan nikmat Allah untuk kembali menentang Allah.

DOSA KECIL MENJADI DOSA BESAR

Senin, 2 Januari 2012 – 8:43 am | Di Baca : 79 Kali

Kerana dosa kecil itu dikerjakan terus-menerus atau dikekalkan sahaja mengerjakannya tanpa ada hentinya.
Seperti halnya titisan air yang berulang kali jatuh di atas batu, lama kelamaan tentulah berbekas pula.Tetapi tidak akan berbekas jika batu itu dituangi air berapa pun banyaknya dengan sekali tuang!
Dalam soal amal baik, Rasulullah S.A.W pernah bersabda yang bermaksud: “Sebaik-baik amal itu ialah yang terkenal atau yang paling rutin mengerjakannya, sekalipun hanya sedikit. (Riwayat Bukhari dan Muslim)

PERMUSUHAN SETAN DAN MENGENAL TIPU DAYANYA

Kamis, 29 Desember 2011 – 8:07 am | Di Baca : 74 Kali

Shalih meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdurrohman bin Ziyaad berkata: “Ketika Musa a.s. sedang duduk, tiba tiba datang Iblis memakai songkok yang berwarna macam macam, dan ketika dekat pada Nabi Musa a.s. ia buka topi Nabi Musa a.s.: Siapakah kamu.Jawabnya: Aku Iblis. Mengapa kamu datang kemari ? Jawabnya: Memberi salam padamu karena kedudukanmu di sisi Allah. Lalu ditanya: lalu topi itu untuk apakah ? Jawabnya: Untuk mencuri dan menawan hati anak Adam.

WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB

Rabu, 21 Desember 2011 – 8:38 am | Di Baca : 65 Kali

Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berdeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempatan baik tersebut. Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan tak berbeda. Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia untuk berdoa agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan, kemenangan dan keselamatan. Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara lain.

Perumpaan Bagi Allah

Senin, 19 Desember 2011 – 7:41 am | Di Baca : 49 Kali

Sungguh Allah tidak segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih dari itu. Maka adapun orang beriman, mereka yakin bahwa (perumpamaan) itu (adalah) kebenaran (yang berasal) dari Tuhan mereka, tetapi orang kafir mengatakan: “Apa yang Allah kehendaki dengan perumpamaan ini?” Dia (Allah) menyesatkan dengan (perumpamaan) itu (kepada) banyak orang, dan (juga) memberi petunjuk dengan (perumpamaan) itu (kepada) banyak orang. Dan tiadalah yang disesatkan Allah kecuali orang yang fasik.

EMPAT GOLONGAN AHLI IBADAH

Sabtu, 17 Desember 2011 – 9:52 am | Di Baca : 64 Kali

Dengan demikian, bagi kaum Muslimin setiap waktu yang berjalan tidak putus dari ibadah. Apalagi setiap kegiatan hidup berupa amal sholeh pada hakekatnya adalah juga amal ibadah. Maka tidak ada ruang waktu lagi kecuali digunakan untuk beribadah. Pengertian ibadah seperti yang terakhir itulah yang segaris dengan ketetapan Allah Subhaanahu wa ta’ala dalam Al-Qur’an: “Wamaa kholaqtul jinna wal insa illaa liya’buduun.” Artinya: Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah. (Adz-Dzaariyat:56)
Dalam rangka untuk melaksakan ayat di atas, maka kaum Muslimin mengikatkan diri dalam sebuah janji yang dinyatakan dalam sebuah deklarasi: “Qul inna sholaatii wanusukii wamah yaa-ya wama maatii lillaahirobbil ‘aalamiin.” Artinya: Katakanlah, sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya karena (dan untuk) Allah, Tuhan semesta alam. (Al-An’am:162)

Ber-DZIKIR

Jumat, 9 Desember 2011 – 8:13 am | Di Baca : 79 Kali

Medzik adalah suatu gabungan antara meditasi dan zikir atau (ingat) pada Allah sebagai zat yang menciptakan bumi langit dan seisinya. Mengapa kita gabungkan antara meditasi dan zikir ini? Ada suatu hal yang selama ini kita lupakan atau kita abaikan dimana kebanyakan orang hanya melaksanakan meditasi saja atau zikir saja.

. Anda telah mengunjungi website ini Sobat sekalian jangan lupa untuk meninggalkan komentar yach!!.